Revitalisasi SMK 2025: Gedung Praktik TKR SMK Patriot Pituruh Jadi Tonggak Pendidikan Vokasi Purworejo
DetikAktuakNews.Com. PURWOREJO – Gedung Ruang Praktik Siswa (RPS) Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Patriot Pituruh, Kabupaten Purworejo, resmi diresmikan pada Rabu (17/12/2025). Peresmian ini menandai selesainya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program revitalisasi tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam rangka meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan vokasi.

Kepala SMK Patriot Pituruh, Haryoto, menyampaikan bahwa sekolahnya menerima bantuan pemerintah sebesar Rp1.953.000.000 dengan masa pelaksanaan pembangunan selama 120 hari kalender. Kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMK Patriot Pituruh.
“Gedung ruang praktik TKR yang dibangun memiliki ukuran 18 x 30 meter, dilengkapi fasilitas penunjang berupa toilet dan perabot, serta dirancang sesuai standar ruang praktik industri,” kata Haryoto usai peresmian.
Ia menjelaskan, proses memperoleh bantuan revitalisasi tersebut melalui sejumlah tahapan, mulai dari pra-bimbingan teknis (pra-Bimtek) yang diikuti pada 13 Juni 2025 selama tiga hari, hingga Bimbingan Teknis (Bimtek) lanjutan di Jakarta pada 20 Juni 2025, termasuk penandatanganan dan penataan nota kesepahaman.
Setelah seluruh tahapan tersebut dilalui, pembangunan gedung dimulai pada 7 Juli 2025 dan berlangsung hingga akhir November 2025. Hingga peresmian dilakukan, progres pembangunan telah mencapai 100 persen.
Haryoto menambahkan, bantuan revitalisasi tahap ini masih difokuskan pada pembangunan gedung dan fasilitas pendukung. Sementara itu, pengadaan peralatan praktik akan dilaksanakan pada tahap berikutnya.
“Dengan tersedianya ruang praktik yang memadai, kami berharap proses pembelajaran praktik dapat berjalan lebih optimal dan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Saat ini, SMK Patriot Pituruh memiliki sekitar 369 siswa yang tersebar pada lima kompetensi keahlian, yaitu Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Manajemen Perkantoran (MP), serta Tata Boga/Kuliner.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Maryanto, S.Pd., M.Sc., mengatakan bahwa program revitalisasi SMK merupakan program prioritas nasional.
Menurut Maryanto, revitalisasi sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berkarakter menuju Visi Indonesia Emas 2045.
“Untuk SMK, standar sarana dan prasarana harus menyesuaikan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan siap bersaing di dunia kerja,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 terdapat sekitar 36 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII yang menerima bantuan revitalisasi. Di Kabupaten Purworejo, terdapat empat sekolah penerima bantuan, yakni SMK Patriot Pituruh, SMK Muhammadiyah Purwodadi, SMA Negeri 2 Purworejo, dan SMA Negeri 3 Purworejo.
Maryanto berharap, dengan adanya bantuan tersebut, kualitas layanan pendidikan di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Purworejo, dapat terus meningkat. (imron/pwj)